Perusahaan Investasi Bodong Masih Gentayangan

Surabaya, 4Jovem Redaksi – ( Kamis, 22 / 03 / 2018)

Awal tahun 2018, Satgas Waspada Investasi memantau dan memeriksa 57 entitas atau perusahaan Inestasi di Indonesia. Keputusannya, 57 entitas tersebut harus menghentikan kegiatan usahanya karena berpotensi merugikan masyarakat atau investasi Bodong.

Hal ini disampaikan ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tombing yang tertuang pada berita liputan6.com (7 / 03 /2018) dimana sudah ditemukan 57 entitas yang sudah diperiksa diantaranya 33 perusahaan dibidang perdagangan Forex atau future. Adapun 9 entitas dibidang cryptocurrency atau mata uang digital, delapan dibidang multilevel marketing dan tujuh entitas dibidang lain.  

“Masyarakat agar berhati hati karena entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk dan penawaran investasi. Sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal”, tegas Togam

Satgas Waspada Investasi menyebutkan demi mencegah maraknya perusahaan illegal atau investasi bodong ditengah masyarakat, saat ini sudah bekerjasama dengan 13 kementrian dan lembaga diantaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementrian Perdagangan, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian UMKM, Kepolisian RI, BKPM, BanK Indonesia, Kementrian Agama, Kemendikbud, dan kementrian dalam Negeri.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id. Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK dengan telepon 157, email [email protected] atau [email protected]

Dilansir dari portal www.liputan6.com