TULIS “GO AGYA 3BLN” DI TEMBOK, WIWIEN-WAHYU BERHASIL WUJUDKAN MIMPINYA!

Surabaya, 4Jovem Redaksi – Rabu (30/08/2017)

“Jangankan teman, saudara saja juga bisa hilang ketika Kita menjadi orang tidak punya” – Wiwien Sukmono

Kurang lebih seperti itulah yang dirasakan Wiwien dan Wahyu saat bisnis kayunya bangkrut. Tak mampu membeli beras dan mencukupi kebutuhan keluarga, keduanya harus pasrah saat rumah dan harta benda ludes disita bank. Mengungsi kerumah orangtua pun terpaksa dilakukan pasutri berusia 37 tahun ini demi bisa berteduh.

Teman, bahkan saudara sendiri perlahan-lahan pergi meninggalkan. Yang menyedihkan lagi, beberapa orang kenalannya justru bahagia melihat kesusahan mereka. Mencemooh dan menyebarkan isu bahwa siapa saja yang diajak bertemu dengan Wiwien dan suami pasti akan dimintai pinjaman uang. Maklum, untuk makan sehari-hari saja Wiwien harus berhutang ke tetangga untuk membeli beras. Dan jika dirinya pinjam di pagi hari, maka sore harinya sang tetangga akan datang meminta uangnya kembali.

Merasa tertekan dengan semua keadaan yang ada, Wiwien dan suami bertekad untuk merubah hidup melalui bisnis 4Jovem. Beruntung keduanya dipertemukan dengan Ibu Tanti Zulaika selaku upline. Diyakinkan bahwa 4Jovem adalah bisnis yang tepat untuk dijalankan, Ibu Zulaika memberikan pinjaman GB 2 box dan GS 1 box sebagai langkah awal. Menggunakan sepeda motor dengan bensin dari uang pinjaman, keduanya menawarkan produk secara door to door. Rutinitas ini mereka lakukan setiap hari dari jam 5 subuh sampai 2 malam. Targetnya hanyalah pulang dengan membawa uang.

Tapi siapa sangka, segala kerja kerasnya terbayar dengan lunas. Hanya dalam waktu 3bulan lebih 2 hari, Wiwien dan suami sudah berhasil tembus poin reward Agya! Coretan di tembok “GO AGYA 3BLN” berhasil diafirmasikan begitu saja. Tak heran jika sepanjang perjalanan dari Cepu - Surabaya – Tuban untuk tanda tangan kontrak, Wiwien dan Wahyu tak bisa berhenti menangis. Bingung, kaget, sekaligus tidak percaya, bercampur jadi satu. Mereka tidak menyangka bahwa perjuangannya untuk merubah nasib bisa benar-benar terwujud.

Mereka sadar bahwa butuh perjuangan yang keras dan berdarah-darah untuk sampai pada tahapan ini. Dan bisa jadi semua akan hilang bagaikan sejarah. Karna itu mereka juga memfokuskan diri untuk membantu member-member lain yang masih kesulitan menjalankan bisnis. Dengan ikhlas mereka menawarkan diri membantu downline melakukan prospekan agar para downline-nya yakin bahwa selama Kita percaya dan ada kemauan, segala sesuatunya pasti bisa terwujud. Dan hal ini sudah dibuktikan benar oleh Wiwien dan Wahyu ketika mengabdikan diri untuk memberikan pemeriksaan gratis di desanya. Berbekal pengalamannya sebagai perawat, Wiwien membantu warga yang sakit sambil sesekali menjual produk. Sebab didalam hatinya, Wiwien dan Wahyu yakin jika kesuksesan sejati bukanlah diukur dari harta. Melainkan dari seberapa besar mereka bisa berguna bagi orang lain.

Dan sosok yang menjadi inspirasi bagi mereka ini ternyata adalah salah satu owner tercinta Kita, Pak Puguh. Takjub dengan pengalaman dan strategi-strategi briliannya dalam menciptakan bisnis, membuat Pak Wahyu begitu mengidolakannya hingga menempelkan stiker wajah Pak Puguh di kaca mobil. Tidak hanya itu, Pak Wahyu bahkan membuat baju dan stiker Pak Puguh untuk dikonsumsi sendiri! Bagi mereka keempat owner 4Jovem merupakan contoh baru di dunia MLM yang mau berkumpul dan memperhatikan membernya. Karnanya baik Wiwien dan Wahyu tak henti-hentinya bersyukur telah dipertemukan dengan 4Jovem dan tim THTC.

Semoga kisahnya ini bisa memberikan pelajaran berharga bagi Kita semua ya bahwa mimpi, fokus, dan doa, adalah kunci untuk Kita mencapai kesuksesan. Dan seperti pesan Wiwien, “Janganlah Kamu takut dengan 1 penolakan, karna 1 penolakan adalah awal dari kesuksesan Kita”.